Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Selasa, 02 Juni 2026 - 22:03 WIB
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meyakini pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD), bakal mulai melandai pada bulan depan di Juli 2026. Foto/Dok
JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meyakini pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) , bakal mulai melandai pada bulan depan di Juli 2026. Fenomena merosotnya kurs rupiah dinilai tidak boleh dilihat secara parsial karena merupakan bagian dari gejolak ekonomi yang juga melanda negara-negara di kawasan Asia.
Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luthfi Ridho mengungkapkan, bahwa pergerakan rupiah saat ini memiliki pola serupa dengan negara-negara seperti India, Filipina, dan Thailand. Meski secara persentase perubahan rupiah terlihat paling dalam, secara umum mata uang negara-negara tersebut juga berada dalam posisi tertekan akibat sentimen global.
Luthfi menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari faktor eksternal, melainkan juga dipicu oleh lonjakan permintaan dolar di dalam negeri. Situasi yang ia sebut sebagai sentimen domestik ini terjadi akibat beberapa peristiwa besar yang jatuh pada waktu yang bersamaan.
Baca Juga: 4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Tenaga Ahli Utama Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luthfi Ridho mengungkapkan, bahwa pergerakan rupiah saat ini memiliki pola serupa dengan negara-negara seperti India, Filipina, dan Thailand. Meski secara persentase perubahan rupiah terlihat paling dalam, secara umum mata uang negara-negara tersebut juga berada dalam posisi tertekan akibat sentimen global.
Luthfi menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya datang dari faktor eksternal, melainkan juga dipicu oleh lonjakan permintaan dolar di dalam negeri. Situasi yang ia sebut sebagai sentimen domestik ini terjadi akibat beberapa peristiwa besar yang jatuh pada waktu yang bersamaan.
Baca Juga: 4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Lihat Juga :