Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
Selasa, 02 Juni 2026 - 22:03 WIB
"Nah domestik di sini itu terjadi karena berbagai macam event tersebut. Pertama ada dividen, bayar-bayar dividen dari sektor swasta, lalu ada musim haji, lalu ada impor BBM," ujar Luthfi dalam siaran langsung acara Rakyat Bersuara iNews TV di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Luthfi menekankan, bahwa pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan agar iklim usaha (business climate) dan kemudahan berbisnis di Indonesia semakin membaik. Meski saat ini rupiah sedang tertekan, ia optimistis tekanan tersebut akan mulai melandai secara fundamental pada bulan Juli mendatang, seiring dengan selesainya periode pembayaran dividen kepada investor asing.
"Nah menurut kita secara fundamental ini nanti akan melandai di sekitar bulan Juli ketika event bayar dividen selesai, naik. Nah ini dividen itu adalah rencana pembayaran dividen. Ini adalah duit yang mau dibayarkan oleh Indonesia ke investor-investornya," katanya.
Baca Juga: Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
Lebih lanjut, ia memaparkan bagaimana transmisi konflik global memengaruhi pelemahan rupiah melalui jalur impor energi. Sebagai negara importir bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga minyak dunia otomatis menguras cadangan dolar di pasar domestik.
Luthfi menekankan, bahwa pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan agar iklim usaha (business climate) dan kemudahan berbisnis di Indonesia semakin membaik. Meski saat ini rupiah sedang tertekan, ia optimistis tekanan tersebut akan mulai melandai secara fundamental pada bulan Juli mendatang, seiring dengan selesainya periode pembayaran dividen kepada investor asing.
"Nah menurut kita secara fundamental ini nanti akan melandai di sekitar bulan Juli ketika event bayar dividen selesai, naik. Nah ini dividen itu adalah rencana pembayaran dividen. Ini adalah duit yang mau dibayarkan oleh Indonesia ke investor-investornya," katanya.
Baca Juga: Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
Lebih lanjut, ia memaparkan bagaimana transmisi konflik global memengaruhi pelemahan rupiah melalui jalur impor energi. Sebagai negara importir bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga minyak dunia otomatis menguras cadangan dolar di pasar domestik.
Lihat Juga :