BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen

Senin, 08 Juni 2026 - 19:53 WIB
Ia menjelaskan, kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah maupun proses pengangkutan dan penyimpanan dapat menurunkan mutu TBS, mengurangi rendemen minyak, hingga berdampak langsung terhadap pendapatan pekebun. Karena itu, peserta dibekali materi mulai dari standar kematangan buah, teknik panen yang benar, pengelolaan mutu TBS, hingga penanganan dan pengangkutan hasil panen menuju pabrik kelapa sawit.

Sri Gunawan menambahkan bahwa tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kompetensi petani agar produktivitas kebun meningkat sehingga kesejahteraan pekebun juga ikut terdongkrak. Selain aspek teknis, peserta juga didorong untuk menerapkan praktik budidaya yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Herlan Kagami mengatakan panen merupakan tahapan paling menentukan dalam usaha perkebunan karena menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas hasil yang dipasarkan. Keberhasilan usaha perkebunan, menurut dia, tidak hanya bergantung pada budidaya, tetapi juga pada ketepatan panen dan penanganan pascapanen.

Sebanyak 122 peserta yang mengikuti pelatihan seluruhnya berasal dari Kabupaten OKI dan tergabung dalam 10 koperasi serta kelembagaan sawit. Jumlah tersebut menjadikan OKI sebagai daerah dengan peserta terbanyak dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia sawit di Sumatera Selatan tahun ini.

Baca Juga: Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!