Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci

Selasa, 09 Juni 2026 - 15:48 WIB
Hal ini dipicu oleh keputusan Moody’s mengubah outlook ekonomi Indonesia menyusul kekhawatiran pasar terhadap defisit anggaran yang diprediksi mendekati angka tiga persen. Chatib menekankan, bahwa Indonesia tidak sedang berada di ambang resesi karena pertumbuhan ekonomi masih diproyeksikan stabil pada kisaran 4,5 hingga 5%.

Namun, Chatib menitikberatkan kegelisahan pasar lebih didorong oleh isu keberlanjutan fiskal yang membuat investor cenderung menahan diri atau mengalihkan modalnya ke pasar yang lebih aman.

"Persoalannya bukan pada resesi karena pertumbuhan kita masih sangat baik menurut standar global, tapi lebih pada kredibilitas fiskal yang menimbulkan anxiety bagi para investor di pasar modal," jelasnya.

Menghadapi situasi ini, Chatib menggarisbawahi Bank Indonesia berada dalam posisi sulit namun telah mengambil beberapa langkah strategis. Otoritas moneter memiliki pilihan untuk melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing atau meningkatkan daya tarik aset domestik agar modal tidak terus keluar.

Selain menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, BI juga memperketat aturan makro dan mikroprudensial dengan menurunkan batas FX exposure dari 50.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS guna meredam spekulasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!