Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:21 WIB
“Persoalan tentang sampah ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali melalui sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai, jika pantai penuh sampah, maka daya tarik berubah jadi jijik. Selain itu juga dampaknya terasa oleh para nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut," ungkap Mochamad Iriawan.

"Bagi industri, termasuk Pertamina, sampah laut juga merupakan risiko operasional, dimana sampah dapat mengganggu baling-baling kapal, menyumbat sistem pendingin peralatan dan mesin-mesin, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi energi," tambahnya.

Di sisi lain, Mochamad Iriawan juga mengatakan jika pengelolaan sampah tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional semata, sehingga dibutuhkan kolaborasi, edukasi, dan inovasi teknologi agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kapal Autonomous Trash Skimmer merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya perairan yang lebih bersih dan sehat.

Baca Juga: Bantu Misi Entaskan Limbah Plastik, Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah di Sungai Cisadane



Mochamad Iriawan juga menyebut, sebagai langkah awal implementasi, Pertamina memilih kawasan The Patra Bali Resort & Villas, Kabupaten Badung, Bali sebagai lokasi pilot project pengoperasian Kapal Autonomous Trash Skimmer. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya aktivitas pariwisata pesisir yang memerlukan dukungan pengelolaan sampah secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan dan daya tarik wisata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!