Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:44 WIB
Sementara itu, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menilai kenaikan harga Pertamax menjadi bukti bahwa ruang fiskal atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kian menyempit. Beban pembayaran utang jatuh tempo dan kewajiban bunga yang menembus Rp1.434 triliun tahun ini menjadi salah satu faktor utama terbatasnya kemampuan pemerintah.

"Pemerintah sudah kehabisan amunisi menjaga harga energi tetap stabil di tengah outlook penerimaan pajak yang diperkirakan mengalami shortfall Rp300 triliun hingga Rp340 triliun, sementara kebutuhan belanja program masih besar," ungkap Bhima.

Baca Juga: Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter

Bhima menambahkan, tekanan terhadap APBN dan pengeluaran masyarakat semakin diperparah oleh pelemahan kurs rupiah yang merosot hingga 8 persen sejak awal tahun. Tekanan ganda ini menciptakan situasi pelik bagi tata kelola energi nasional.

Selain Pertamax, penyesuaian harga juga terjadi pada Pertamax Green yang naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Adapun harga Pertamax Turbo dipatok tetap di angka Rp20.750 per liter, sementara Pertalite tidak mengalami perubahan harga, yakni tetap Rp10.000 per liter.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!