Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:17 WIB
Selain itu, pemerintah juga didorong menyiapkan bantalan sosial bagi kelompok rentan apabila kenaikan harga Pertamax memicu tekanan inflasi pada sektor lain. Komunikasi publik yang transparan juga diperlukan untuk menjaga ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha agar tidak terjadi kenaikan harga secara berlebihan.

Achmad menambahkan, percepatan pembangunan transportasi publik dan diversifikasi sumber energi perlu menjadi agenda prioritas untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Menurutnya, tantangan utama kebijakan energi saat ini adalah menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan perlindungan daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan pemerintah belum menghitung secara khusus potensi tambahan beban subsidi akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Meski mengakui sebagian pengguna kemungkinan beralih ke BBM bersubsidi, ia menilai tidak seluruh konsumen Pertamax akan melakukan perpindahan karena mempertimbangkan spesifikasi dan kebutuhan kendaraan masing-masing.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!