IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:05 WIB
Penurunan harga minyak dinilai positif bagi Indonesia karena dapat mengurangi tekanan inflasi, memperbaiki neraca perdagangan, serta mengurangi beban fiskal terkait subsidi energi.

Dari dalam negeri, optimisme pasar juga ditopang oleh revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hans menyoroti keputusan Bank Dunia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen dari sebelumnya 4,7 persen, seiring kuatnya aktivitas ekonomi pada awal tahun.

"Rupiah dan IHSG sama-sama mengaut karena faktor eksternal dan internal. Potensi berakhirnya konflik AS dan Iran di Timur Tengah yang berimbas pada pembukaan selat Hormuz dan turunnya harga minyak menjadi salah satu sentimen," kata Hans.

Baca Juga: IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun



Sentimen positif lainnya datang dari sektor perbankan yang menjadi salah satu motor penggerak utama penguatan IHSG dalam beberapa waktu terakhir. Investor menilai komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas rupiah dan inflasi berpotensi meningkatkan margin industri perbankan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!