Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:26 WIB
Menurut Fifi, apabila harga Pertamax terus ditahan di bawah harga keekonomian, negara harus mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk menutup selisih harga tersebut. Padahal, anggaran negara juga dibutuhkan untuk membiayai sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga pembangunan.

"Jika harga Pertamax terus ditahan di bawah harga keekonomian, negara harus mengeluarkan anggaran yang semakin besar. Artinya, uang yang seharusnya bisa digunakan untuk sekolah, rumah sakit, bantuan sosial maupun pembangunan lainnya, akhirnya habis untuk menutup selisih harga BBM," tutur Fifi.

Ia menambahkan, harga Pertamax di Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, harga bensin setara RON 92 di Filipina berada di kisaran Rp22.000 per liter, Laos lebih dari Rp31.000 per liter, Thailand hampir Rp29.000 per liter, Myanmar sekitar Rp25.000 per liter, dan Singapura mendekati Rp43.000 per liter.

Lebih lanjut, Fifi mengatakan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan. Saat ini, harga Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan biosolar Rp6.800 per liter.

Baca Juga: Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!