Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:55 WIB
"Alih-alih hanya mengeksploitasi kelemahan teknologi, fraud modern semakin memanfaatkan proses bisnis dan perilaku manusia. Seiring AI menurunkan biaya operasional penipuan, pelaku ancaman akan terus mencari jalur yang paling efisien untuk memperoleh keuntungan finansial," ujar Regal.

Baca Juga: Usut Dugaan Penipuan Cek Kosong Rp2 Miliar, Bunga Zainal Dampingi Suami Datangi Mabes Polri

President dan Co-Founder Zentara Technologies Darian Kuswanto menambahkan banyak organisasi masih menggunakan pendekatan lama dalam menilai risiko fraud. Menurut dia, tidak adanya pelanggaran sistem bukan berarti sebuah organisasi terbebas dari ancaman penipuan. "Kasus fraud terbesar justru sering lolos dari alarm konvensional karena meniru transaksi pelanggan yang sah," katanya.

Untuk meminimalkan risiko, Zentara merekomendasikan perusahaan memantau pola penukaran gift card secara lebih rinci, mengawasi kecepatan antara aktivasi dan penukaran, serta meningkatkan pelatihan bagi karyawan agar mampu mengenali modus rekayasa sosial berbasis AI. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebocoran finansial tersembunyi yang dapat mengganggu kepercayaan pelanggan dan kinerja bisnis di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!