Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:33 WIB

Bocoran 14 Poin Draf Damai: Benarkah Trump Sebenarnya Kalah?

Berdasarkan bocoran dokumen Nota Kesepahaman (MoU) yang diperoleh media, draf perdamaian 14 poin ini memperpanjang masa gencatan senjata hingga 60 hari ke depan guna merumuskan perdamaian permanen. Rencananya, seremoni penandatanganan resmi secara fisik akan digelar di perbatasan Swiss.

Isi draf kesepakatan darurat tersebut meliputi penghentian perang total di semua lini, termasuk di Lebanon. Pembukaan penuh lalu lintas maritim di Selat Hormuz dan pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS.

Penghapusan sanksi internasional terhadap Teheran serta kucuran dana bantuan rehabilitasi ekonomi senilai USD300 miliar (sekitar Rp4.900 triliun) untuk Iran. Serta komitmen Iran untuk tidak membuat senjata nuklir.

Meskipun para pemimpin G7 menyambut baik kesepakatan ini demi stabilitas inflasi, para pengamat menilai Trump sebenarnya gagal mencapai target utama perang. Pemerintahan teokrasi Iran terbukti tetap berdiri kokoh, stok uranium yang diperkaya tinggi milik mereka belum diserahkan.

Ditambah kemampuan rudal balistiknya tidak hancur, dan pengaruh Teheran terhadap milisi anti-Israel seperti Hizbullah di Lebanon tetap tidak berkurang.

Di sisi lain, di balik klaim kemenangan diplomatik para elite politik di Teheran, kondisi psikologis masyarakat akar rumput di Iran justru berada di titik nadir. Setelah berbulan-bulan dihantam kecemasan perang dan inflasi, warga sipil mengaku frustrasi.

"Saya pikir 99% masyarakat di sini berada dalam survival mode (mode bertahan hidup) dan hanya hidup dari hari ke hari. Tidak ada lagi yang punya harapan atau bayangan tentang seperti apa masa depan nanti," ungkap Amir (34), salah seorang warga di kota Isfahan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!