Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Jum'at, 26 Juni 2026 - 20:33 WIB
Cadangan devisa yang berada di kisaran USD144-145 miliar memberikan bantalan lebih dari lima bulan impor, sehingga mampu menopang stabilitas nilai tukar.
Bank Mandiri menyoroti sejumlah sektor yang menjadi motor pertumbuhan, antara lain transportasi, logistik, makanan dan minuman, perdagangan, serta telekomunikasi. Sektor pertanian dan manufaktur juga disebut memiliki potensi besar untuk didorong melalui insentif fiskal dan program pembiayaan yang tepat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan ekspor.
“Kebijakan terintegrasi antara pemerintah dan otoritas moneter, ditopang pengelolaan fiskal yang hati-hati dan komunikasi kebijakan yang jelas, memperkuat kepercayaan investor. Dengan demikian, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan menarik investasi jangka panjang,” kata Andry.
Bank Mandiri juga menekankan pentingnya keberlanjutan pelaksanaan reformasi struktural dan percepatan proyek-proyek prioritas. Jika sektor-sektor strategis mendapat dorongan melalui insentif tepat sasaran, pertumbuhan Indonesia berpotensi meningkat hingga melebihi 5,5 persen secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Bank Mandiri menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan dan stabilisasi makro. “Risiko eksternal tetap ada, namun dengan koordinasi kebijakan yang kuat dan komunikasi yang efektif, peluang bagi Indonesia untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan tetap terbuka lebar,” ujar Andry.
Bank Mandiri menyoroti sejumlah sektor yang menjadi motor pertumbuhan, antara lain transportasi, logistik, makanan dan minuman, perdagangan, serta telekomunikasi. Sektor pertanian dan manufaktur juga disebut memiliki potensi besar untuk didorong melalui insentif fiskal dan program pembiayaan yang tepat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan ekspor.
“Kebijakan terintegrasi antara pemerintah dan otoritas moneter, ditopang pengelolaan fiskal yang hati-hati dan komunikasi kebijakan yang jelas, memperkuat kepercayaan investor. Dengan demikian, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan menarik investasi jangka panjang,” kata Andry.
Bank Mandiri juga menekankan pentingnya keberlanjutan pelaksanaan reformasi struktural dan percepatan proyek-proyek prioritas. Jika sektor-sektor strategis mendapat dorongan melalui insentif tepat sasaran, pertumbuhan Indonesia berpotensi meningkat hingga melebihi 5,5 persen secara berkelanjutan.
Sebagai penutup, Bank Mandiri menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang pro-pertumbuhan dan stabilisasi makro. “Risiko eksternal tetap ada, namun dengan koordinasi kebijakan yang kuat dan komunikasi yang efektif, peluang bagi Indonesia untuk tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan tetap terbuka lebar,” ujar Andry.
(akr)
Lihat Juga :