Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Jum'at, 26 Juni 2026 - 20:33 WIB
Pemerintah juga mendapat apresiasi atas kebijakan refocusing dan realokasi anggaran yang meningkatkan efektivitas belanja negara. Dengan mengalihkan anggaran ke sektor-sektor produktif, seperti infrastruktur transportasi, logistik, telekomunikasi, serta program digitalisasi dan dukungan bagi UMKM, langkah ini dinilai memperkuat pondasi pertumbuhan jangka panjang sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
Bank Indonesia turut memperkuat stabilitas melalui intervensi terukur di pasar valuta asing dan peningkatan pasokan devisa hasil ekspor. Optimalisasi mekanisme local currency transaction (LCT) juga meningkatkan penggunaan rupiah dalam perdagangan lintas batas, mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan menambah stabilitas sistem keuangan domestik.
Kondisi eksternal yang lebih kondusif, termasuk meredanya tensi geopolitik dan penurunan harga minyak dunia di bawah USD80 per barel, turut memberi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun Andry mengingatkan pasar tetap waspada terhadap volatilitas global, khususnya sinyal kenaikan suku bunga dari the Fed yang berpotensi menguatkan dolar AS dan memberi tekanan pada mata uang emerging markets.
Meskipun menghadapi tekanan eksternal, Bank Mandiri menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5%, sementara inflasi diperkirakan tetap terkendali di sekitar target Bank Indonesia.
Baca Juga: Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Bank Indonesia turut memperkuat stabilitas melalui intervensi terukur di pasar valuta asing dan peningkatan pasokan devisa hasil ekspor. Optimalisasi mekanisme local currency transaction (LCT) juga meningkatkan penggunaan rupiah dalam perdagangan lintas batas, mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan menambah stabilitas sistem keuangan domestik.
Kondisi eksternal yang lebih kondusif, termasuk meredanya tensi geopolitik dan penurunan harga minyak dunia di bawah USD80 per barel, turut memberi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun Andry mengingatkan pasar tetap waspada terhadap volatilitas global, khususnya sinyal kenaikan suku bunga dari the Fed yang berpotensi menguatkan dolar AS dan memberi tekanan pada mata uang emerging markets.
Meskipun menghadapi tekanan eksternal, Bank Mandiri menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan berada di kisaran 5%, sementara inflasi diperkirakan tetap terkendali di sekitar target Bank Indonesia.
Baca Juga: Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Lihat Juga :