AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Senin, 29 Juni 2026 - 09:40 WIB
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin (29/6) setelah AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan. FOTO/Reuters
JAKARTA - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin (29/6) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan di kawasan Timur Tengah. Eskalasi terbaru tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.
Ketegangan baru tersebut juga memperlihatkan rapuhnya kesepakatan damai sementara antara kedua negara yang sebelumnya sempat meredakan tekanan di pasar energi.
"Pasar kemungkinan akan mengevaluasi kembali asumsi mengenai pemulihan pasokan minyak dari Teluk Persia yang berlangsung cepat," tulis ANZ dalam catatan risetnya dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Kontrak berjangka minyak Brent pagi ini naik 52 sen atau 0,72% menjadi USD72,51 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 71 sen atau 1,03% ke level USD69,94 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga Brent sebelumnya merosot 10,6% sepanjang pekan lalu, sekaligus mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Saat itu, pasar sempat optimistis karena pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak konflik AS-Israel dan Iran pecah pada Februari lalu.
Ketegangan baru tersebut juga memperlihatkan rapuhnya kesepakatan damai sementara antara kedua negara yang sebelumnya sempat meredakan tekanan di pasar energi.
"Pasar kemungkinan akan mengevaluasi kembali asumsi mengenai pemulihan pasokan minyak dari Teluk Persia yang berlangsung cepat," tulis ANZ dalam catatan risetnya dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Kontrak berjangka minyak Brent pagi ini naik 52 sen atau 0,72% menjadi USD72,51 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 71 sen atau 1,03% ke level USD69,94 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga Brent sebelumnya merosot 10,6% sepanjang pekan lalu, sekaligus mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Saat itu, pasar sempat optimistis karena pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak konflik AS-Israel dan Iran pecah pada Februari lalu.
Lihat Juga :