Tutup Akun Kredivo via Link Sembarangan? Awas Risiko Phishing
Senin, 29 Juni 2026 - 16:00 WIB
Foto: Doc. Istimewa
Saat ingin mengurus sesuatu yang sifatnya mendesak, kebanyakan orang akan langsung membuka mesin pencari dan mengetik kata kunci yang dibutuhkan. Termasuk ketika ingin mencari informasi tentang penutupan akun PayLater.
Masalahnya, tidak semua hasil pencarian yang muncul berasal dari sumber resmi. Ada website palsu, akun media sosial tiruan, hingga pesan WhatsApp yang sengaja dibuat menyerupai layanan pelanggan. Sekilas terlihat meyakinkan, padahal tujuannya hanya satu: mengambil data pribadi pengguna.
Karena itu, sebelum mencari informasi tentang cara menutup akun Kredivo, penting untuk memahami bagaimana modus phishing biasanya bekerja.
Modus yang Sering Menargetkan Pengguna Fintech
Pelaku phishing biasanya memanfaatkan situasi ketika seseorang sedang membutuhkan bantuan. Mereka menawarkan solusi yang terlihat cepat dan mudah, misalnya dengan mengirimkan tautan yang diklaim sebagai formulir penutupan akun atau halaman verifikasi data.
Begitu tautan dibuka, pengguna akan diminta memasukkan informasi pribadi seperti nomor ponsel, email, PIN, bahkan kode OTP. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan aktivitas yang merugikan pemilik akun.
Karena itu, penting untuk selalu waspada terhadap tautan yang dibagikan melalui pesan pribadi, grup chat, atau akun media sosial yang tidak jelas asal-usulnya.
Masalahnya, tidak semua hasil pencarian yang muncul berasal dari sumber resmi. Ada website palsu, akun media sosial tiruan, hingga pesan WhatsApp yang sengaja dibuat menyerupai layanan pelanggan. Sekilas terlihat meyakinkan, padahal tujuannya hanya satu: mengambil data pribadi pengguna.
Karena itu, sebelum mencari informasi tentang cara menutup akun Kredivo, penting untuk memahami bagaimana modus phishing biasanya bekerja.
Modus yang Sering Menargetkan Pengguna Fintech
Pelaku phishing biasanya memanfaatkan situasi ketika seseorang sedang membutuhkan bantuan. Mereka menawarkan solusi yang terlihat cepat dan mudah, misalnya dengan mengirimkan tautan yang diklaim sebagai formulir penutupan akun atau halaman verifikasi data.
Begitu tautan dibuka, pengguna akan diminta memasukkan informasi pribadi seperti nomor ponsel, email, PIN, bahkan kode OTP. Data tersebut kemudian digunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan aktivitas yang merugikan pemilik akun.
Karena itu, penting untuk selalu waspada terhadap tautan yang dibagikan melalui pesan pribadi, grup chat, atau akun media sosial yang tidak jelas asal-usulnya.
Lihat Juga :