Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35 WIB
Kedua, penunjukan akuntan publik perseroan untuk tahun buku 2026. Ketiga, pengangkatan dan penetapan remunerasi bagi anggota Direksi Perseruan Masa Bakti 2026-2030, serta pemberian uang jasa pengabdian bagi anggota Direksi Perseruan yang berakhir masa baktinya.

Jeffrey menambahkan, ada 4 pilar utama yang akan dikerjakan untuk menjadikan Bursa Efek Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Antara lain, menumbuhkan transaksi, mengembangkan bisnis non transaksi, meningkatkan kualitas dan kuantitas perushaan tercatat, dan meningkatkak inklusifitas untuk seluruh segmen investor yang ada di pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026



"Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut tentu harus didukung oleh infrastruktur perdagangan infrastruktur pengawasan dan juga infrastruktur lainnya yang mendukung operasional di Bursa Efek Indonesia dapat berjalan dengan baik tentunya kolaborasi, konektivitas dan juga partnership dengan seluruh stakeholders itu harus dilakukan untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan tersebut," tambahnya.

Adapun Direksi Bursa yang baru adalah sebagai berikut:

1. Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!