Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB
Pengamat pasar modal PT Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah turut mengurangi daya tarik bank asing untuk menahan laba di Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut membuat bank asing lebih memilih mengalihkan modal ke pasar lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

"Hal itu mengurangi daya tarik untuk mempertahankan laba di Indonesia, khususnya bagi bank yang dimiliki asing. Dengan sentimen investor yang masih berhati-hati, belum ada tanda tren ini akan berbalik dalam waktu dekat," kata Harry Su.

Di sisi lain, bank-bank global tersebut memang telah mulai mengurangi bisnis ritelnya di Indonesia sebelum pemerintahan Prabowo berjalan. Citigroup menjual bisnis perbankan ritelnya di Indonesia kepada United Overseas Bank pada 2022, Standard Chartered melepas portofolio kredit ritelnya ke PT Bank Danamon Indonesia pada 2023, sedangkan HSBC kini tengah menjual aset ritel dan wealth management kepada Oversea-Chinese Banking Corporation.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keputusan penyaluran kredit tetap berada pada pertimbangan bisnis masing-masing bank. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, regulator tidak melakukan intervensi terhadap keputusan bisnis perbankan termasuk terkait pembiayaan program pemerintah.

"Keputusan harus didasarkan pada prospek bisnis. Tentu bank akan mengevaluasi hal tersebut. Jika suatu program pemerintah dinilai memiliki prospek bisnis yang baik, maka bank dapat memperlakukannya sebagai aktivitas bisnis biasa," ujar Dian.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!