Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Kamis, 02 Juli 2026 - 18:27 WIB
Inisiatif Empat Laut: Proyek Rp164 Triliun Penghancur Dominasi Rusia-Iran
Ambisi pengalihan jalur energi ini melahirkan sebuah gagasan geopolitik raksasa yang diinisiasi oleh lembaga pemikir New Lines Institute, yang dinamakan "Four Seas Initiative" (Inisiatif Empat Laut). Megaproyek senilai USD10 miliar (sekitar Rp164 triliun) ini dirancang untuk menghubungkan ladang-ladang minyak Timur Tengah langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Turki dan Suriah pasca-perubahan peta politik di Damaskus.
Proyek pipa raksasa trans-kontinental ini diklaim akan membawa 4 keuntungan strategis dunia. Kedaulatan energi Eropa, dimana membebaskan Eropa sepenuhnya dari ketergantungan pasokan minyak dan gas Rusia serta Iran.
Mengukuhkan dominasi korporasi Amerika Serikat pada infrastruktur paling strategis di Timur Tengah. Keuntungan lainnya yakni rekonstruksi Suriah, dapat membiayai pemulihan ekonomi Suriah dari pendapatan tarif transit pipa.
Efek positif lainnya yakni stabilitas pasar. Menjaga pasokan energi global tetap mengalir tanpa bisa disabotase konflik regional.
Namun, tidak semua negara Arab bernasib mujur. Negara sekecil Kuwait dan Qatar terancam menghadapi jalan buntu (Zonk). Kedua negara ini sama sekali tidak memiliki infrastruktur pipa darat domestik yang keluar dari Teluk.
Mau tidak mau, jika terjadi krisis susulan, Qatar dan Kuwait harus "mengemis" dan bergantung pada belas kasihan jaringan pipa milik Arab Saudi dan UEA-dua negara yang belakangan ini kerap terlibat ketegangan diplomatik.
Ambisi pengalihan jalur energi ini melahirkan sebuah gagasan geopolitik raksasa yang diinisiasi oleh lembaga pemikir New Lines Institute, yang dinamakan "Four Seas Initiative" (Inisiatif Empat Laut). Megaproyek senilai USD10 miliar (sekitar Rp164 triliun) ini dirancang untuk menghubungkan ladang-ladang minyak Timur Tengah langsung ke pelabuhan-pelabuhan di Turki dan Suriah pasca-perubahan peta politik di Damaskus.
Proyek pipa raksasa trans-kontinental ini diklaim akan membawa 4 keuntungan strategis dunia. Kedaulatan energi Eropa, dimana membebaskan Eropa sepenuhnya dari ketergantungan pasokan minyak dan gas Rusia serta Iran.
Mengukuhkan dominasi korporasi Amerika Serikat pada infrastruktur paling strategis di Timur Tengah. Keuntungan lainnya yakni rekonstruksi Suriah, dapat membiayai pemulihan ekonomi Suriah dari pendapatan tarif transit pipa.
Efek positif lainnya yakni stabilitas pasar. Menjaga pasokan energi global tetap mengalir tanpa bisa disabotase konflik regional.
Namun, tidak semua negara Arab bernasib mujur. Negara sekecil Kuwait dan Qatar terancam menghadapi jalan buntu (Zonk). Kedua negara ini sama sekali tidak memiliki infrastruktur pipa darat domestik yang keluar dari Teluk.
Mau tidak mau, jika terjadi krisis susulan, Qatar dan Kuwait harus "mengemis" dan bergantung pada belas kasihan jaringan pipa milik Arab Saudi dan UEA-dua negara yang belakangan ini kerap terlibat ketegangan diplomatik.
(akr)
Lihat Juga :