Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Jum'at, 03 Juli 2026 - 14:22 WIB
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto, mengatakan nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah menjadi landasan dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan berkelanjutan. Nilai tersebut, menurut dia, selaras dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna yang menekankan keseimbangan kontribusi antara konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha, dan masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Perusahaan Ikut Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
Untuk mendukung pengembangan SDM, Sampoerna menghadirkan program Sampoerna Karya Bangsa (SKB) pada 2025 sebagai ekosistem kolaboratif yang mendukung kewirausahaan, vokasi, pelatihan, serta pengembangan keterampilan kerja. Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan seperti persiapan pra-pensiun dan transisi karier, serta pelatihan vokasi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. "Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci dalam memperkuat hubungan industrial nasional," ujar Rianto.
SKB melengkapi sejumlah inisiatif pengembangan SDM yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan, antara lain Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). Di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, SETC tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108.000 peserta, sementara SRC memberdayakan lebih dari 250.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) toko kelontong di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Perusahaan Ikut Tanggung 30% Uang Saku Peserta Magang
Untuk mendukung pengembangan SDM, Sampoerna menghadirkan program Sampoerna Karya Bangsa (SKB) pada 2025 sebagai ekosistem kolaboratif yang mendukung kewirausahaan, vokasi, pelatihan, serta pengembangan keterampilan kerja. Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan seperti persiapan pra-pensiun dan transisi karier, serta pelatihan vokasi guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. "Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci dalam memperkuat hubungan industrial nasional," ujar Rianto.
SKB melengkapi sejumlah inisiatif pengembangan SDM yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan, antara lain Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). Di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”, SETC tercatat telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108.000 peserta, sementara SRC memberdayakan lebih dari 250.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) toko kelontong di berbagai daerah di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :