Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Sabtu, 04 Juli 2026 - 21:07 WIB
Sebuah obor gas di sebuah anjungan produksi minyak terlihat berdampingan dengan bendera Iran di Teluk pada 25 Juli 2005. FOTO/Reuters
JAKARTA - Konflik bersenjata di Iran memicu guncangan pasokan minyak terbesar dalam sejarah dengan kehilangan produksi harian mencapai lebih dari 14 juta barel per hari (bph) atau setara 13,6% dari proyeksi permintaan minyak global tahun ini. Skala gangguan tersebut melampaui berbagai krisis energi sebelumnya, termasuk embargo minyak Arab 1973–1974 dan Revolusi Iran 1979.
"Puncak kehilangan pasokan selama konflik ini telah melampaui 14 juta barel per hari, yang mewakili sekitar 13,6% dari proyeksi permintaan minyak global tahun ini," demikian laporan International Energy Agency (IEA) dikutip dari Reuters pada Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Berdasarkan data IEA, angka kehilangan pasokan tersebut jauh lebih besar dibandingkan embargo minyak Arab 1973–1974 yang menyebabkan gangguan sekitar 4,5 juta barel per hari maupun Revolusi Iran 1979 yang mencapai 5,6 juta barel per hari.
"Puncak kehilangan pasokan selama konflik ini telah melampaui 14 juta barel per hari, yang mewakili sekitar 13,6% dari proyeksi permintaan minyak global tahun ini," demikian laporan International Energy Agency (IEA) dikutip dari Reuters pada Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Berdasarkan data IEA, angka kehilangan pasokan tersebut jauh lebih besar dibandingkan embargo minyak Arab 1973–1974 yang menyebabkan gangguan sekitar 4,5 juta barel per hari maupun Revolusi Iran 1979 yang mencapai 5,6 juta barel per hari.
Lihat Juga :