Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles

Senin, 06 Juli 2026 - 06:01 WIB

Retaknya OPEC Plus: UEA Keluar, Irak Menuntut Lebih

Di balik layar, OPEC+ sebenarnya sedang menghadapi ujian soliditas yang serius. Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi telah keluar dari aliansi per 1 Mei lalu. Abu Dhabi memilih hengkang agar bisa memaksimalkan kapasitas produksinya secara mandiri tanpa terikat batasan ketat kuota OPEC+.

Tak hanya itu, Irak kini mulai bersuara lantang meminta jatah kuota produksi yang lebih tinggi demi menggenjot pendapatan domestik mereka.

Saat ini, manajemen produksi praktis hanya dikendalikan oleh tujuh produsen inti: Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Ketujuh negara ini sedang dalam misi menghabiskan sisa pemangkasan produksi sebesar 1,65 juta bpd yang disepakati pada 2023 lalu.

Jika tren peningkatan produksi sebesar 188.000 bpd ini kembali diterapkan pada pertemuan berikutnya (2 Agustus), maka pada September 2026, pembatasan produksi era 2023 akan resmi berakhir total.

Bagi konsumen global, keputusan ini membawa angin segar terhadap potensi penurunan biaya energi dan inflasi. Namun bagi negara produsen, ini adalah perjudian besar untuk menjaga keseimbangan antara volume ekspor dan stabilitas harga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!