Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya

Senin, 06 Juli 2026 - 14:33 WIB
Sang adik, Zuo Yuyu yang merupakan lulusan Fisika dari Nanjing University, mengenang betapa berdarah-darahnya masa awal pengembangan produk pada tahun 2003. Saat itu teknologi sendi robot dikuasai penuh oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

"Teknologi intinya digenggam erat oleh perusahaan Jepang. Kami tidak punya cetak biru (blueprint) sama sekali, yang ada hanyalah proses uji coba (trial and error) yang tiada henti," ungkap Yuyu.

"Jika ada rahasia di balik kesuksesan kami, itu adalah kemampuan untuk bertahan dan keikhlasan untuk menginvestasikan waktu," paparnya.

Setelah hampir 8 tahun gagal dan mencoba kembali, produk pertama mereka baru resmi diluncurkan pada tahun 2011. Pada tahun 2014, sang kakak, Zuo Jing, yang awalnya bekerja mapan di kantor pajak pemerintah, memutuskan mundur demi bergabung dan membesarkan bisnis adiknya.

Jadi Rebutan Elon Musk hingga Nvidia, Laba Melesat

Keputusan bertahan itu kini terbayar kontan. Ketika dunia memasuki demam robot humanoid pada pertengahan 2020-an, saham Leaderdrive langsung terbang 40% dalam satu tahun terakhir karena permintaan yang meledak.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, sepanjang tahun 2025, laba bersih Leaderdrive meroket lebih dari dua kali lipat (100%+) menjadi 124,4 juta yuan, ditopang oleh pendapatan yang naik 47% menjadi 570,7 million yuan. Komponen sendi robot menyumbang hingga 74% dari total penjualan mereka.

Baca Juga: Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!