Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Senin, 06 Juli 2026 - 22:02 WIB
Baca Juga: OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Menurut Eyre, pemerintah Iran juga menilai Presiden AS Donald Trump berada di bawah tekanan politik domestik untuk segera mencapai kesepakatan sehingga Washington dinilai lebih membutuhkan hasil perundingan dibandingkan Teheran. Pandangan serupa disampaikan mantan negosiator Timur Tengah AS Aaron David Miller yang menilai operasi militer Washington gagal menghilangkan pengaruh Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Emirates Policy Center Ebtesam Al-Ketbi mengatakan penghentian perang tanpa penyelesaian akar konflik justru membuat Selat Hormuz berubah dari sekadar titik rawan menjadi instrumen tekanan jangka panjang bagi Iran.
Menurut Eyre, pemerintah Iran juga menilai Presiden AS Donald Trump berada di bawah tekanan politik domestik untuk segera mencapai kesepakatan sehingga Washington dinilai lebih membutuhkan hasil perundingan dibandingkan Teheran. Pandangan serupa disampaikan mantan negosiator Timur Tengah AS Aaron David Miller yang menilai operasi militer Washington gagal menghilangkan pengaruh Iran di Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Emirates Policy Center Ebtesam Al-Ketbi mengatakan penghentian perang tanpa penyelesaian akar konflik justru membuat Selat Hormuz berubah dari sekadar titik rawan menjadi instrumen tekanan jangka panjang bagi Iran.
(nng)
Lihat Juga :