Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam

Selasa, 07 Juli 2026 - 15:09 WIB


Untuk merumuskan formula daya saing yang tepat, asosiasi pengusaha kini tengah merancang proyek percontohan industrialisasi berbasis kawasan ekonomi khusus. Kajian mendalam akan difokuskan pada perbandingan struktur biaya operasional secara langsung dengan sistem yang diterapkan oleh Vietnam.

"Bisa buatkan perbandingan, kita sekarang buat benchmarking. Sebenarnya apa sih yang dilakukan Vietnam? Insentif seperti apa yang mendorong investasi ke sana? Apa kemudahan-kemudahan berusaha yang disiapkan di Vietnam? Bagaimana dengan cost-nya, biaya? Kenapa cost mereka lebih rendah dibandingkan Indonesia? Apakah itu hubungannya dengan energy cost, labor cost, atau logistic cost? Ini semua harus kita perbandingkan," urai Shinta.

Adapun sebelumnya, berembus isu dua korporasi komponen otomotif asal Jepang bersiap hengkang dari operasional pabriknya di Jawa Timur. Isu itu diungkapkan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Isu itu muncul pula lantaran prinsipal asal Jepang banyak mempertimbangkan pemindahan sebagian produksi ke negara lain, tak terkecuali Vietnam. Lanskap berubahnya arah industri menuju mobil listrik turut memengaruhi keputusan eksodus korporasi asing.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!