JICT dan Bea Cukai Sinergi Percepat Penanganan Kontainer Longstay di Pelabuhan
Selasa, 07 Juli 2026 - 17:50 WIB
Ade mengatakan keberhasilan pelabuhan modern tidak hanya diukur dari kecepatan bongkar muat, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kelancaran siklus logistik secara menyeluruh. Menurut dia, pengelolaan ruang penumpukan yang optimal akan meningkatkan kapasitas pelayanan terminal sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang.
Ia menambahkan JICT terus memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelindo, perusahaan pelayaran, instansi karantina, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap proses operasional berjalan cepat, aman, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami meyakini daya saing logistik Indonesia dibangun melalui kolaborasi. Ketika regulator dan operator bergerak dalam satu arah, maka efisiensi akan meningkat, utilisasi aset menjadi lebih optimal, biaya logistik dapat ditekan, dan kepercayaan pelaku usaha terhadap pelabuhan nasional akan semakin kuat," ujar Ade.
Baca Juga: Efek Kenaikan Harga BBM, Biaya Bongkar Muat Pelabuhan Terancam Melonjak 25%
Menurut JICT, penyelesaian barang impor longstay juga memberikan manfaat operasional berupa berkurangnya kepadatan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS), optimalisasi penggunaan peti kemas milik perusahaan pelayaran, percepatan perputaran ruang penumpukan, serta peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jasa pelabuhan.
Ia menambahkan JICT terus memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelindo, perusahaan pelayaran, instansi karantina, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap proses operasional berjalan cepat, aman, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami meyakini daya saing logistik Indonesia dibangun melalui kolaborasi. Ketika regulator dan operator bergerak dalam satu arah, maka efisiensi akan meningkat, utilisasi aset menjadi lebih optimal, biaya logistik dapat ditekan, dan kepercayaan pelaku usaha terhadap pelabuhan nasional akan semakin kuat," ujar Ade.
Baca Juga: Efek Kenaikan Harga BBM, Biaya Bongkar Muat Pelabuhan Terancam Melonjak 25%
Menurut JICT, penyelesaian barang impor longstay juga memberikan manfaat operasional berupa berkurangnya kepadatan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS), optimalisasi penggunaan peti kemas milik perusahaan pelayaran, percepatan perputaran ruang penumpukan, serta peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jasa pelabuhan.
(nng)
Lihat Juga :