Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Rabu, 08 Juli 2026 - 09:25 WIB
Baca Juga: Susun Strategi, Panca Mitra Targetkan Laba Rp201 Miliar di 2022
Manajemen PMMP mengungkapkan, sebagian besar proses restrukturisasi pinjaman tersebut belum rampung. Baru restrukturisasi kredit Bank Permata yang telah dituangkan dalam perjanjian kredit tertanggal 22 Desember 2025.
Sedangkan restrukturisasi pinjaman dari Bank Resona Perdania, Bank SMBC Indonesia, Bank Maspion, BCA, dan LPEI masih menunggu hasil komite masing-masing bank. Dalam surat tersebut, perusahaan yang berkantor di Surabaya, Jawa Timur ini menjelaskan, kondisi perseroan tengah terkendala modal kerja sehingga hanya satu plant saja yang masih beroperasi.
Saat ini, PMMP hanya mengoperasikan satu unit pabrik di Situbondo untuk menjalankan bisnis pengolahan udang. Perseroan juga membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran dilakukan setelah hasil ekspor diterima.
Perseroan memperkirakan membutuhkan modal kerja sebesar USD15 juta untuk menjalankan kegiatan operasional. "Kendala terbesar Perusahaan saat ini adalah pada Modal Kerja," ungkap manajemen dalam surat tersebut.
Perseroan menjelaskan, pihaknya tidak ada rencana untuk menambah, mengurangi, maupun mengubah bidang usaha dalam waktu dekat. Perseroan juga tidak ada pemutusan kontrak dengan supplier maupun pemutusan kontrak dengan pelanggan.
Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, perseroan menyebut hal itu dilakukan karena adanya penurunan kapasitas produksi. "Jumlah karyawan yang di-PHK sejak tahun 2024 sampai dengan saat ini sebanyak 37 orang staf, 79 orang harian. Serta 82 staf resign," tulis manajemen.
Manajemen PMMP mengungkapkan, sebagian besar proses restrukturisasi pinjaman tersebut belum rampung. Baru restrukturisasi kredit Bank Permata yang telah dituangkan dalam perjanjian kredit tertanggal 22 Desember 2025.
Sedangkan restrukturisasi pinjaman dari Bank Resona Perdania, Bank SMBC Indonesia, Bank Maspion, BCA, dan LPEI masih menunggu hasil komite masing-masing bank. Dalam surat tersebut, perusahaan yang berkantor di Surabaya, Jawa Timur ini menjelaskan, kondisi perseroan tengah terkendala modal kerja sehingga hanya satu plant saja yang masih beroperasi.
Saat ini, PMMP hanya mengoperasikan satu unit pabrik di Situbondo untuk menjalankan bisnis pengolahan udang. Perseroan juga membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran dilakukan setelah hasil ekspor diterima.
Perseroan memperkirakan membutuhkan modal kerja sebesar USD15 juta untuk menjalankan kegiatan operasional. "Kendala terbesar Perusahaan saat ini adalah pada Modal Kerja," ungkap manajemen dalam surat tersebut.
Perseroan menjelaskan, pihaknya tidak ada rencana untuk menambah, mengurangi, maupun mengubah bidang usaha dalam waktu dekat. Perseroan juga tidak ada pemutusan kontrak dengan supplier maupun pemutusan kontrak dengan pelanggan.
Terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, perseroan menyebut hal itu dilakukan karena adanya penurunan kapasitas produksi. "Jumlah karyawan yang di-PHK sejak tahun 2024 sampai dengan saat ini sebanyak 37 orang staf, 79 orang harian. Serta 82 staf resign," tulis manajemen.
Lihat Juga :