Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%

Rabu, 08 Juli 2026 - 22:01 WIB
Perkembangan itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan energi dunia. Data pelacakan kapal menunjukkan sedikitnya empat kapal tanker minyak dan gas membatalkan pelayaran melintasi selat tersebut setelah meningkatnya ancaman keamanan.

"Pernyataan Trump bahwa nota kesepahaman telah berakhir meningkatkan kemungkinan penutupan kembali selat karena siklus eskalasi dimulai lagi," kata Kepala Riset MST Marquee, Sauk Kavoniv.

Baca Juga: Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang

Menurut Hansen, tantangan pasokan minyak global sebenarnya belum sepenuhnya hilang, namun eskalasi terbaru telah memperburuk gangguan yang ada. Di sisi lain, setelah gencatan senjata antara AS dan Iran bulan lalu sempat menekan harga minyak ke level sebelum konflik, banyak pelaku pasar mengambil posisi jual (short position) dengan ekspektasi harga akan kembali turun.

Kepala Analis Komoditas SEB, Bjarne Schieldrop, menilai harga minyak yang mendekati USD80 per barel lebih mencerminkan kondisi fundamental pasar saat ini dibandingkan kisaran USD70. Sementara itu, pasar juga mencermati langkah China yang kembali membuka ekspor bahan bakar olahan untuk sisa Juli dan mengizinkan kilang swasta melanjutkan pengiriman setelah sempat terhenti selama empat bulan akibat terganggunya pasokan selama konflik Iran.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!