Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global

Jum'at, 10 Juli 2026 - 13:23 WIB
Melalui produk tokenisasi aset yang dihadirkan Tokocrypto, masyarakat Indonesia dapat memperoleh eksposur yang lebih luas terhadap perusahaan global di berbagai sektor, seperti kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), hingga sektor luar angkasa. Saat ini, Tokocrypto menyediakan enam aset tokenisasi yang merepresentasikan perusahaan global, yaitu SpaceX (SPCXB), Micron (MUB), SanDisk (SNDKB), Circle (CRCLB), Nvidia (NVDAB), dan Tesla (TSLAB).

Sebagai platform perdagangan aset kripto pertama yang teregulasi dan tepercaya di Indonesia, Tokocrypto berkomitmen untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap pasar keuangan modern. Peluncuran tokenized stocks menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong adopsi Real World Assets (RWA) di Indonesia sekaligus menjembatani keuangan tradisional dengan teknologi blockchain melalui pengalaman aset digital yang lebih mudah diakses. Baca juga: Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak

Peluncuran tokenized stocks dilakukan di tengah berkembangnya kerangka regulasi aset keuangan digital di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah menyusun regulasi serta Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031. Pengembangan tokenisasi aset dan stablecoin sebagai salah satu fokus utama. Langkah tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian regulator terhadap pemanfaatan teknologi blockchain untuk mendorong inovasi sekaligus memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen di sektor keuangan digital.

Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!