Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:10 WIB
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menegaskan ketersediaan likuiditas yang dikelolanya saat ini masih berada dalam posisi yang sangat mencukupi. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menegaskan ketersediaan likuiditas yang dikelolanya saat ini masih berada dalam posisi yang sangat mencukupi. BPDP menjamin seluruh program prioritas pemerintah berbasis komoditas sawit akan tetap terdanai dengan baik, meskipun saat ini terdapat beban perluasan program baru seperti draf implementasi B50 dan alokasi harga khusus bagi nelayan.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mochmad Alfansyah memproyeksikan, kebutuhan anggaran operasional untuk mandatori biodiesel sepanjang tahun anggaran ini diperkirakan menyentuh angka kisaran Rp32,3 triliun.



Kendati memakan pagu besar, ia memberikan garansi bahwa program fundamental seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana (sarpras), hingga dana riset kelapa sawit dipastikan tidak akan mengalami pemangkasan atau hambatan finansial.

"Kan sudah saya sampaikan tadi, PSR, sarpras, riset, SDM, tidak boleh tidak ada dananya," kata Alfansyah saat ditemui awak media di Gedung Surachman Tjokrodisuryo BPDP, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!