Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P

Jum'at, 17 Juli 2026 - 21:49 WIB
Menkeu Fuad Bawazier membeberkan 3 gol besar sistem ekspor satu pintu yang dipuji lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings. Foto/Dok
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier menyatakan, keyakinannya terhadap langkah-langkah terkait kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah saat ini. Terbukti lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit Indonesia di level BBB/A-2.

S&P Global Ratings secara resmi menegaskan kembali (affirmed) peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. S&P juga menyematkan outlook Stabil pada peringkat jangka panjang tersebut.



Banyak pengamat dalam negeri meragukan penilaian tersebut, mengingat daya beli masyarakat sedang tertekan hebat dan industri manufaktur terus melambat. Namun mantan Menkeu Fuad Bawazier, menilai penilaian S&P tersebut sangat objektif dan berbasis fakta lapangan, bukan sekadar pujian kosong.

Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat

Menurut Fuad, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini memang masih dalam kondisi yang relatif kokoh. Masalah terbesar Indonesia bukanlah di sektor belanja (spending) yang kini sudah sangat diawasi ketat oleh media dan masyarakat, melainkan pada lemahnya penerimaan negara dan kebocoran devisa ekspor yang selama ini menguap ke luar negeri.

Untuk mengatasi penyakit kronis ini, kebijakan baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menerapkan sistem ekspor satu pintu pada komoditas strategis dinilai menjadi kunci utama yang diapresiasi positif oleh S&P.

"Ke mana hasil tambang yang luar biasa besar itu? Kenapa tidak dinikmati rakyat sehingga daya beli terus tertekan? Jawabannya karena devisa hasil ekspornya diparkir di luar negeri, lalu diputar kembali ke sini seolah-olah sebagai investasi asing dari Singapura," ungkap Fuad blak-blakan dalam Podcast TO THE POINT AJA, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Cerita Momen Bertemu S&P untuk Pertahankan Peringkat Utang RI
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!