AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Senin, 20 Juli 2026 - 13:14 WIB
Pemerintah China secara tegas bersumpah akan melindungi seluruh korporasi domestiknya dari gertakan undang-undang baru AS yang mengincar negara-negara pembeli energi Rusia. Foto/Dok
JAKARTA - Perang dingin ekonomi antara dua kekuatan raksasa dunia, Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas di tingkat yang mengkhawatirkan. Pemerintah China secara tegas bersumpah akan melindungi seluruh korporasi domestiknya dari gertakan undang-undang baru AS yang mengincar negara-negara pembeli energi Rusia.
Hal ini sekaligus memperingatkan Washington bahwa aksi pemaksaan ekonomi tersebut akan menjadi senjata makan tuan. Sikap keras Beijing dilontarkan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. Pernyataan ini menjadi respons langsung atas draf undang-undang sanksi terbaru yang diajukan oleh Senat AS.
Rancangan undang-undang tersebut memberikan wewenang penuh kepada Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif impor hingga 100% terhadap barang-barang dari negara pembeli terbesar minyak dan gas alam Rusia.
Baca Juga: China Mengangkangi Tarif Trump, Surplus Perdagangan Cetak Rekor Rp19.886 Triliun
Hal ini sekaligus memperingatkan Washington bahwa aksi pemaksaan ekonomi tersebut akan menjadi senjata makan tuan. Sikap keras Beijing dilontarkan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. Pernyataan ini menjadi respons langsung atas draf undang-undang sanksi terbaru yang diajukan oleh Senat AS.
Rancangan undang-undang tersebut memberikan wewenang penuh kepada Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif impor hingga 100% terhadap barang-barang dari negara pembeli terbesar minyak dan gas alam Rusia.
Baca Juga: China Mengangkangi Tarif Trump, Surplus Perdagangan Cetak Rekor Rp19.886 Triliun
Lihat Juga :