Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Senin, 20 Juli 2026 - 20:10 WIB
“Pertanyaannya adalah, apakah case-case hipotetikal konsumsi satu kilogram AMDK galon guna ulang itu relevan dengan apa yang ada kenyataannya di masyarakat? Ternyata kan tidak. Orang kan ada limit tertentu, sudah ditetapkan juga daily intake yang disarankan sekian. Nah, jadi itu dulu yang dilakukan,” ujarnya.
Jadi, tuturnya, mindset-nya adalah semua bahan kimia yang digunakan sehari-hari itu pasti ada concern tertentu tergantung level seberapa banyak paparannya dan seberapa tinggi dosisnya.
“Nah, begitu juga dengan kasus polikarbonat, ketika dia kontak dengan airnya, tentunya akan memerlukan kajian atau studi ilmiah terlebih dulu sebelum menetapkan standar aman migrasi BPA-nya,” katanya.
Artinya, lanjutnya, dalam menetapkan standar aman migrasi BPA itu perlu adanya expert panel. Di mana, selain tinjauan dari sisi kesehatan, juga harus ada dari sisi materialnya.
“Pokoknya multiple aspect harus ditinjau. Tidak boleh hanya dari satu sisi saja, karena biasanya hasilnya akan bias. Kalau orang kesehatan biasanya kan kalau ada toksik sedikit secara teori saja sudah langsung dilarang. Padahal ada batas-batasnya secara kimia,” ucapnya.
Jadi, tuturnya, mindset-nya adalah semua bahan kimia yang digunakan sehari-hari itu pasti ada concern tertentu tergantung level seberapa banyak paparannya dan seberapa tinggi dosisnya.
“Nah, begitu juga dengan kasus polikarbonat, ketika dia kontak dengan airnya, tentunya akan memerlukan kajian atau studi ilmiah terlebih dulu sebelum menetapkan standar aman migrasi BPA-nya,” katanya.
Artinya, lanjutnya, dalam menetapkan standar aman migrasi BPA itu perlu adanya expert panel. Di mana, selain tinjauan dari sisi kesehatan, juga harus ada dari sisi materialnya.
“Pokoknya multiple aspect harus ditinjau. Tidak boleh hanya dari satu sisi saja, karena biasanya hasilnya akan bias. Kalau orang kesehatan biasanya kan kalau ada toksik sedikit secara teori saja sudah langsung dilarang. Padahal ada batas-batasnya secara kimia,” ucapnya.
(akr)
Lihat Juga :