Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:08 WIB
"ETF memang dapat menjadi indikator awal perubahan sentimen investor institusi. Namun, arah pergerakan pasar tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, likuiditas global, hingga perkembangan regulasi di berbagai negara. Oleh karena itu, penting untuk melihat berbagai indikator secara menyeluruh sebelum berinvestasi," katanya.

Baca Juga: Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900:

Menurut William, meningkatnya partisipasi investor institusi melalui instrumen ETF menunjukkan ekosistem aset digital semakin berkembang dan semakin diterima sebagai bagian dari sistem keuangan global. Namun, di tengah perkembangan tersebut, investor tetap perlu mengedepankan disiplin dalam menyusun strategi investasi.

Pihaknya mengimbau untuk menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) serta menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Pendekatan investasi disiplin dan berorientasi jangka panjang dinilai tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar aset kripto.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!