Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:00 WIB
Paket sanksi baru tersebut mencakup pembatasan ekspor, sektor keuangan, serta mekanisme pembatasan harga minyak mentah Rusia. Namun, aturan UE mengharuskan seluruh keputusan terkait sanksi disetujui secara bulat sehingga penolakan sejumlah negara otomatis menunda implementasi paket tersebut.

Kondisi tersebut mencerminkan semakin melemahnya solidaritas internal Uni Eropa. Sejumlah negara mulai mengutamakan kepentingan ekonomi nasional di tengah meningkatnya keyakinan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina semakin terbuka.

Yunani menjadi salah satu penentang paling vokal. Athena meminta pengecualian terhadap larangan pengangkutan liquefied natural gas (LNG) Rusia ke negara ketiga karena khawatir kebijakan tersebut akan merugikan industri pelayaran nasional, termasuk operator kapal LNG Dynagas yang melayani proyek Arctic Yamal.

Baca Juga: Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia

Pemerintah Yunani berpendapat setiap sanksi baru seharusnya memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada Rusia dibandingkan negara-negara Uni Eropa sendiri. Menurut diplomat Yunani, larangan kapal Eropa mengangkut LNG Rusia justru berpotensi mengalihkan pangsa pasar kepada perusahaan pelayaran dari luar Uni Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!