Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:00 WIB
Di sisi lain, Portugal dan Jerman mengusulkan agar larangan impor produk perikanan Rusia dihapus demi melindungi industri pengolahan ikan domestik. Sementara itu, Prancis dan Italia meminta pelonggaran pembatasan visa bagi tentara Rusia, sedangkan Austria kembali mendesak pencairan aset Rusia senilai 2 miliar euro sebagai kompensasi atas kerugian yang dialami Raiffeisen Bank akibat sanksi dari Moskow.

Sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 2022, UE telah mengesahkan 20 paket sanksi untuk menekan sumber pendanaan perang Rusia. Namun, sejumlah pengamat menilai ruang pengetatan sanksi mulai terbatas karena pemerintah negara anggota semakin enggan mengorbankan kepentingan ekonomi strategis mereka.

Mandeknya pembahasan paket sanksi ke-21 juga terjadi ketika Ukraina meningkatkan serangan jarak jauh terhadap fasilitas pengilangan minyak Rusia. Perbedaan pandangan mengenai tingkat ancaman keamanan dari Rusia dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya perpecahan di antara negara-negara anggota Uni Eropa.

Jika kebuntuan berlanjut, paket sanksi terbaru terhadap Rusia berpotensi tertunda tanpa batas waktu, sekaligus menjadi ujian terbesar bagi soliditas Uni Eropa dalam mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Moskow sejak konflik dimulai empat tahun lalu.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!