Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:38 WIB
Hasil penyaluran BBM dengan racikan 50% minyak kelapa sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dan 50% minyak solar ini siap didistribusikan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Indonesia Barat maupun Timur. Dengan demikian, masyarakat luas dapat segera merasakan manfaat dari BBM yang lebih ramah lingkungan tersebut.

Kitty menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga telah melakukan serangkaian persiapan matang guna menjamin kelancaran implementasi B50. Persiapan tersebut mencakup kesiapan fasilitas infrastruktur, sistem pengendalian mutu produk, hingga pemenuhan standar keselamatan operasional untuk memastikan keandalan pasokan.

Pada proses produksi, pencampuran (blending) antara solar dan FAME dilakukan secara bertahap hingga memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan. Setelah itu, produk akhir diuji secara ketat di laboratorium sesuai regulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelum disalurkan ke Fuel Terminal dan SPBU.

Baca Juga: Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap

Selain mendorong keandalan energi, kehadiran B50 juga diproyeksikan memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. Kebijakan pemanfaatan energi terbarukan berbasis sawit ini diyakini mampu menekan ketergantungan impor solar sehingga berujung pada penghematan devisa negara. "Program ini juga diharapkan mampu berkontribusi untuk pengurangan emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak," tutup Kitty.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!