Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Kamis, 23 Juli 2026 - 22:04 WIB
Salah satu perubahan utama adalah promosi Jeffrey Siow (48) menjadi Menteri Perhubungan sekaligus Menteri Keuangan Kedua. Wong juga meningkatkan representasi perempuan dalam posisi senior sebagai bagian dari pembentukan tim kepemimpinan generasi baru.
Dalam restrukturisasi tersebut, Kementerian Perdagangan dan Industri akan resmi berganti nama menjadi Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri mulai 1 Oktober. Wong mengatakan perubahan itu mencerminkan semakin pentingnya sektor energi bagi daya saing ekonomi dan masa depan Singapura.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Tan See Leng akan melepaskan portofolio ketenagakerjaan untuk memusatkan perhatian pada jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri yang membawahi sektor energi dan industri. Langkah ini diambil ketika Singapura menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan pasar energi global karena negara tersebut masih sangat bergantung pada impor gas alam untuk pembangkit listrik.
Pemerintah Singapura juga terus memperkuat strategi ketahanan energi dengan mengeksplorasi berbagai sumber energi alternatif, termasuk tenaga nuklir. Mulai 2027, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap kesiapan Singapura dalam mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir. Sebelumnya, Wong juga membentuk komite krisis tingkat menteri untuk mengantisipasi risiko terhadap pasokan energi nasional.
Baca Juga: Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Dalam restrukturisasi tersebut, Kementerian Perdagangan dan Industri akan resmi berganti nama menjadi Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri mulai 1 Oktober. Wong mengatakan perubahan itu mencerminkan semakin pentingnya sektor energi bagi daya saing ekonomi dan masa depan Singapura.
Sejalan dengan perubahan tersebut, Tan See Leng akan melepaskan portofolio ketenagakerjaan untuk memusatkan perhatian pada jabatan barunya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri yang membawahi sektor energi dan industri. Langkah ini diambil ketika Singapura menghadapi tekanan akibat ketidakstabilan pasar energi global karena negara tersebut masih sangat bergantung pada impor gas alam untuk pembangkit listrik.
Pemerintah Singapura juga terus memperkuat strategi ketahanan energi dengan mengeksplorasi berbagai sumber energi alternatif, termasuk tenaga nuklir. Mulai 2027, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap kesiapan Singapura dalam mempertimbangkan penggunaan teknologi nuklir. Sebelumnya, Wong juga membentuk komite krisis tingkat menteri untuk mengantisipasi risiko terhadap pasokan energi nasional.
Baca Juga: Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Lihat Juga :