Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963

Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:31 WIB
Baca Juga: Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah berasal dari tingginya kebutuhan impor energi nasional yang mencapai lebih dari 1,5 juta barel per hari di tengah harga minyak dunia yang masih berada di atas asumsi APBN-P sebesar USD83 per barel. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk membiayai impor energi.

Sentimen negatif juga datang dari defisit neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 sebesar USD1,61 miliar, yang mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut. Defisit terjadi setelah ekspor turun 5,73% menjadi USD23,2 miliar, sementara impor naik 22,16% menjadi USD24,81 miliar, terutama didorong peningkatan impor bahan baku dan barang modal.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pekan depan. Nilai tukar diproyeksikan berada di kisaran Rp17.960-Rp18.020 per dolar AS pada awal pekan, sedangkan sepanjang pekan depan diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.880-Rp18.250 per dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!