Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:37 WIB
Meskipun nilai transaksi tidak dibuka secara resmi, berdasarkan harga katalog (list price), armada baru ini diperkirakan menembus angka USD7,1 miliar (sekitar Rp126 triliun). Sesuai jadwal, jet komersial canggih tersebut akan dikirimkan secara bertahap antara tahun 2031 hingga 2034.

Pembelian Pertama dari Boeing Sejak 2007: Bangkit dari Kebangkrutan

Langkah raksasa ini menjadi pesanan armada pertama Philippine Airlines ke pabrikan Boeing asal AS sejak tahun 2007. Momentum ekspansi ini tercapai setelah PAL berhasil menghimpun dana segar sebesar USD300 juta (sekitar Rp5,3 triliun) dari penerbitan obligasi perdana mereka.

Pencapaian finansial ini menandai pemulihan dramatis PAL setelah sempat terperosok dan mengajukan proses kepailitan (Chapter 11 Bankruptcy) di Amerika Serikat pada Desember 2021 lalu.

"Investasi ini menunjukkan keyakinan kuat kami terhadap masa depan Philippine Airlines dan pertumbuhan industri penerbangan. Boeing 787-10 akan memperkuat armada jarak menengah dan jauh kami," ujar Lucio Tan III, cucu sang miliarder yang kini menjabat sebagai Presiden PAL Holdings.

Teknologi Canggih & Rute Penerbangan Internasional

Seluruh armada Boeing 787-10 Dreamliner pesanan PAL ini nantinya akan menggunakan mesin canggih GEnx-1B dari GE Aerospace. Penggunaan mesin ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan sekaligus mengurangi emisi karbon penerbangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!