PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:43 WIB
Anita menjelaskan bahwa kebutuhan e-SAF diproyeksikan terus meningkat seiring berkembangnya regulasi internasional yang mendorong penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan guna menekan emisi sektor aviasi. Baca Juga: PLN IP Siap Penuhi Kebutuhan Hidrogen Hijau dari 13 Fasilitas Produksi

"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain penting dalam industri hidrogen hijau karena didukung sumber energi terbarukan yang melimpah. Tantangan berikutnya adalah mempercepat pembangunan ekosistem, penguasaan teknologi, serta menciptakan pasar yang mampu mendukung pengembangan hidrogen secara berkelanjutan," ujarnya.

Dalam roadmap NZE PLN Group, hidrogen dan amonia diproyeksikan menjadi bagian dari bauran energi jangka panjang. Sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pembangkit listrik berbasis gas juga akan dikembangkan menuju pemanfaatan co-firing hidrogen hingga 100 persen pada 2060 sebagai bagian dari transformasi sistem ketenagalistrikan nasional.

Melalui pengembangan ekosistem hidrogen hijau yang terintegrasi dari sisi teknologi, rantai pasok, hingga pasar, PLN EPI terus memperkuat transformasi bisnis energi primer menuju energi rendah karbon.

Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mempercepat dekarbonisasi sektor industri, ketenagalistrikan, dan transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi, mendorong lahirnya industri hijau baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai hidrogen global sebagai bagian dari upaya mencapai target NZE 2060 atau lebih cepat dan mewujudkan transisi energi berkelanjutan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!