Suntikan Modal untuk BUMN Segera Cair Bulan Depan
Kamis, 24 September 2020 - 07:35 WIB
Khusus dana PMN untuk BPUI diketahui bahwa perusahaan itu merupakan holding BUMN Penjaminan dan Perasuransian di mana di bawahnya terdapat PT Asuransi Jiwasraya (persero) yang sedang mengalami likuiditas.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPR Komisi XI Kamrussamad menilai, suntikan dana BPUI yang disalurkan untuk Jiwasraya belum tentu bisa menyelesaikan masalah perusahaan tersebut. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina Terganjal Ganti Rugi)
“Itu tidak menjawab masalah yang dialami asuransi pelat merah tersebut. Apakah pantas di tengah rakyat berjuang menyelamatkan jiwa dari serangan virus Covid-19, justru pemerintah mengalokasikan PMN untuk Jiwasraya,” katanya.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai, kucuran dana PMN kepada lima BUMN tersebut tidak terlalu efektif dalam mendongkrak pemulihan ekonomi nasional.
“Ya, enggak mungkin dalam 3-4 bulan ke depan bakal mendongkrak perusahaan-perusahaan itu tumbuh kembali positif. Ini kan memperkuat capital expenditure, biasanya long term,” kata Tauhid kepada SINDO Media.
Menurutnya, PMN kepada perusahaan tersebut membutuhkan waktu, tahapan, dan siklus bisnis yang relatif panjang. Apalagi, jika ada perusahaan yang merugi sehingga bisa bertahan.
Dia juga menyoroti PMN untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang mendapat penyertaan modal sebesar Rp6 triliun. Dia menduga dana tersebut untuk menolong Jiwasraya. “Itu tidak untuk mendorong perekonomian. Bisa jadi sebagai the way out karena ada yang bantu Jiwasraya,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPR Komisi XI Kamrussamad menilai, suntikan dana BPUI yang disalurkan untuk Jiwasraya belum tentu bisa menyelesaikan masalah perusahaan tersebut. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara Cina Terganjal Ganti Rugi)
“Itu tidak menjawab masalah yang dialami asuransi pelat merah tersebut. Apakah pantas di tengah rakyat berjuang menyelamatkan jiwa dari serangan virus Covid-19, justru pemerintah mengalokasikan PMN untuk Jiwasraya,” katanya.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai, kucuran dana PMN kepada lima BUMN tersebut tidak terlalu efektif dalam mendongkrak pemulihan ekonomi nasional.
“Ya, enggak mungkin dalam 3-4 bulan ke depan bakal mendongkrak perusahaan-perusahaan itu tumbuh kembali positif. Ini kan memperkuat capital expenditure, biasanya long term,” kata Tauhid kepada SINDO Media.
Menurutnya, PMN kepada perusahaan tersebut membutuhkan waktu, tahapan, dan siklus bisnis yang relatif panjang. Apalagi, jika ada perusahaan yang merugi sehingga bisa bertahan.
Dia juga menyoroti PMN untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang mendapat penyertaan modal sebesar Rp6 triliun. Dia menduga dana tersebut untuk menolong Jiwasraya. “Itu tidak untuk mendorong perekonomian. Bisa jadi sebagai the way out karena ada yang bantu Jiwasraya,” terangnya.
Lihat Juga :