Pengusaha Sektor Properti Ikutan Minta Insentif Pajak
Jum'at, 25 September 2020 - 12:09 WIB
Dia menyampaikan, PT Sehati Bangun Pratama berfokus pada membangun perumahan yang harganya affordable dan homey, yang cocok untuk segmen menengah khususnya pasangan muda. Terlebih lagi, pasangan muda yang menjadi segmen pasarnya seringkali double income, sehingga proses pencairan ke bank lebih mudah daripada single income buyer.
"Demand rumah selalu ada, meski bisa dikatakan turun sedikit. Tapi kami akali juga dengan segmentasi pasar yang kami ubah ke universitas, pegawai BUMN, dan juga anggota TNI dan Polri. Kami juga berkomitmen membangun rumah minimalis dan affordable, cicilannya bisa Rp3 juta atau bahkan kurang dari Rp3 juta per bulannya," tutur Erman. ( Baca juga:Wakil Ketua DPD RI Bandingkan Kinerja Kejagung dan KPK )
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa ada baiknya pemerintah juga memberikan insentif berupa keringanan pajak bagi sektor properti. "Untuk pemerintah, boleh enggak kalau pajak rumah diturunkan? Karena ini pajaknya untuk buyer, dan ini segmen yang nanggung. Kalau bisa diberikan insentif pajak seperti yang diberikan ke pajak kendaraan," pungkas Erman.
"Demand rumah selalu ada, meski bisa dikatakan turun sedikit. Tapi kami akali juga dengan segmentasi pasar yang kami ubah ke universitas, pegawai BUMN, dan juga anggota TNI dan Polri. Kami juga berkomitmen membangun rumah minimalis dan affordable, cicilannya bisa Rp3 juta atau bahkan kurang dari Rp3 juta per bulannya," tutur Erman. ( Baca juga:Wakil Ketua DPD RI Bandingkan Kinerja Kejagung dan KPK )
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa ada baiknya pemerintah juga memberikan insentif berupa keringanan pajak bagi sektor properti. "Untuk pemerintah, boleh enggak kalau pajak rumah diturunkan? Karena ini pajaknya untuk buyer, dan ini segmen yang nanggung. Kalau bisa diberikan insentif pajak seperti yang diberikan ke pajak kendaraan," pungkas Erman.
(uka)
Lihat Juga :