Asyik! Pajak Mobil 0% Tinggal Nunggu ACC Sri Mulyani
Jum'at, 25 September 2020 - 16:10 WIB
"Karena mobil itu harganya tidak murah. Lalu biasanya dalam satu tahun penjualan satu juta unit, artinya satu bulan 70-an ribu. Kalau itu mobil impor, saya tidak mau pusing. Tapi kalau produksi dalam negeri, lain cerita. TKDN di atas 70%, masuk akal, (karena) tenaga kerja sektor otomotif juga turun," jelasnya.
Baca Juga: Layanan Digital Banking Sering Error, Bank Mandiri Minta Maaf
Febrio menambahkan masyarakat kelas menengah tidak memerlukan keringanan pajak kendaraan karena simpanan mereka di bank masih cukup besar. Dengan kata lain, tidak ada masalah dari sisi demand, hanya saja kelompok ini masih menahan diri untuk belanja. "Ini logika yang kita pelajari, apakah sudah waktunya melakukan itu dan dampaknya ke PDB tidak kecil. Karena orang beli mobil 100 ribu unit, bisa 0,1% dari PDB. Ini kita pelajari semua untuk menaikkan kelas menengah," pungkasnya.
Baca Juga: Layanan Digital Banking Sering Error, Bank Mandiri Minta Maaf
Febrio menambahkan masyarakat kelas menengah tidak memerlukan keringanan pajak kendaraan karena simpanan mereka di bank masih cukup besar. Dengan kata lain, tidak ada masalah dari sisi demand, hanya saja kelompok ini masih menahan diri untuk belanja. "Ini logika yang kita pelajari, apakah sudah waktunya melakukan itu dan dampaknya ke PDB tidak kecil. Karena orang beli mobil 100 ribu unit, bisa 0,1% dari PDB. Ini kita pelajari semua untuk menaikkan kelas menengah," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :