AP II Gelar Pelatihan Virtual Reality Kecelakaan Penerbangan
Sabtu, 26 September 2020 - 07:07 WIB
Pada pelatihan berbasis teknologi virtual reality bagi personel ARFF kali ini, modul yang digunakan adalah Fire Emergency Response sebagai simulasi dalam menangani situasi keadaan darurat di sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Lewat modul itu peserta disimulasikan sebagai pengendara kendaraan foam tender merek Oshkosh 3000 yang merupakan salah satu armada utama dalam penanganan keadaan darurat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Modul itu juga memiliki lansekap lengkap sisi udara Soekarno-Hatta seperti runway, taxiway, apron dan sebagainya. (Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta )
Ke depannya akan disiapkan berbagai modul lainnya dalam pelatihan ARFF. Awaluddin menambahkan, setelah unit ARFF, pelatihan berbasis virtual reality akan diimplementasikan bagi unit Aviation Security (Avsec) dan Apron Movement Control (AMC).
“Ketiga unit itu yakni ARFF, Avsec dan AMC adalah unit operasi mandatori agar bandara dapat beroperasi dengan standar dan prosedur berbasis 3S + 1CC. Pelatihan berbasis teknologi virtual reality sendiri tidak mengambil alih keseluruhan proses pelatihan, namun melengkapi dan membuat lebih baik,” pungkasnya.
Lewat modul itu peserta disimulasikan sebagai pengendara kendaraan foam tender merek Oshkosh 3000 yang merupakan salah satu armada utama dalam penanganan keadaan darurat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Modul itu juga memiliki lansekap lengkap sisi udara Soekarno-Hatta seperti runway, taxiway, apron dan sebagainya. (Baca juga: Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta )
Ke depannya akan disiapkan berbagai modul lainnya dalam pelatihan ARFF. Awaluddin menambahkan, setelah unit ARFF, pelatihan berbasis virtual reality akan diimplementasikan bagi unit Aviation Security (Avsec) dan Apron Movement Control (AMC).
“Ketiga unit itu yakni ARFF, Avsec dan AMC adalah unit operasi mandatori agar bandara dapat beroperasi dengan standar dan prosedur berbasis 3S + 1CC. Pelatihan berbasis teknologi virtual reality sendiri tidak mengambil alih keseluruhan proses pelatihan, namun melengkapi dan membuat lebih baik,” pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :