Pak Ahok, Pembentukan Super Holding BUMN Tak Bisa Simsalabim

Senin, 28 September 2020 - 21:18 WIB
Saat ini, Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mendapatkan tugas untuk menangani pemulihan ekonomi nasional. Tugas mereka, menurut Tanri Abeng, sangat berat sehingga wacana transisi ini tidak bisa disegerakan.

"Perkiraan saya, krisis ini tidak akan berakhir sampai akhir tahun depan. Itu artinya, tugas Menteri BUMN dan Wakil Menteri BUMN masih sangat diperlukan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, saya terus terang, enggak begitu paham kalau ada yang mau menyulap gitu ya," kata dia.

Untuk saat ini, Tanri Abeng mengajak agar seluruh pihak mendukung Menteri BUMN dan Wakil Menteri BUMN yang sedang bertugas di Komite Penanganan Covid-10 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. ( Baca juga:Liverpool Selesai di Bursa Transfer, Ini Penjelasan Klopp )

"Menurut saya kita harus ucapkan selamat bertugas kepada Bung Erick dan Budi, semoga betul-betul sukses menangani tugas yang menantang. Tapi saya yakin BUMN punya peranan untuk bisa berkontribusi penanggulangan krisis ini," tutupnya.

Pembentukan super holding BUMN ini kembali ramai setelah Basuki Tjahja Purnama, alias Ahok, melontarkan pernyataan tentang pembubaran Kementerian BUMN. Sebagai gantinya, dibentuk super holding untuk menangani semua BUMN yang ada.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!