Duh, Kesiapan Digital Bisnis Indonesia di Bawah Singapura dan Thailand

Rabu, 30 September 2020 - 21:56 WIB
Faktor utama yang mendorong kebutuhan untuk berubah mulai dari perubahan pola konsumsi pelanggan serta pasar utama, persaingan, dan kompleksitas rantai pasokan yang berkembang. Di saat yang sama mereka juga berhadapan dengan tantangan dalam penerapan teknologi baru.

Ada tiga tantangan utama, yaitu kecepatan perubahan (speed of change) (80%), kerumitan pelaksanaan (execution complexity) (75%), dan kelangkaan bakat digital (lack of digital talent) (64%). ( Baca juga:Rekaman CCTV Bikin Bareskrim Yakin Napoleon Terima Uang Djoko Tjandra )

Hal ini sangat berbeda dengan AS dan Inggris, di mana sembilan dari sepuluh bisnis menyatakan bahwa tantangan utama mereka adalah tetap mampu menyesuaikan diri dengan regulatory environment. Ini menunjukkan kedua pasar tersebut memiliki akses lebih mudah ke kelompok digital talent.

Dalam hal digital spend, pengelolaan kas atau cash management (33%) dan pembiayaan rantai pasokan atau perdagangan (30%) merupakan dua bidang investasi terbesar untuk bisnis di Asia-Pasifik.

Sementara bisnis di Inggris, di mana enam dari sepuluh (60%) bisnis memusatkan investasi mereka pada perdagangan dan teknologi terkait pembiayaan rantai pasokan. Kemudian di AS, perusahaan menghabiskan sebagian besar pengeluaran untuk pelaporan risiko & kepatuhan (34%) serta solusi cash management (26%).
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!