Kemenperin Genjot Industri Rock Wool dengan Insentif dan SNI (Lagi)
Rabu, 30 September 2020 - 22:48 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Perindustrian sedang berupaya keras mendorong peningkatan utilisasi di seluruh sektor manufaktur, terutama yang terdampak pandemi Covid-19 . Salah satunya adalah subsektornya yang cukup potensial adalah industri bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api dari mineral wool.
“Beberapa waktu lalu, kami meninjau pabrik PT Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek. Kami sangat mengapresiasi perusahaan itu yang selama ini telah memberikan kontribusinya,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu (30/9). ( Baca juga:Duh, Kesiapan Digital Bisnis Indonesia di Bawah Singapura dan Thailand )
PT Nichias Rockwool Indonesia berdiri sejak tahun 1995, dan saat ini sudah memiliki tiga pabrik dengan total kapasitas terpasang sebesar 35.000 ton per tahun. “Namun realisasi produksinya hanya 16.362 ton per tahun. Jadi, utilisasinya sekitar 46,75%,” ungkap Khayam.
Sementara itu, kebutuhan di pasar domestik terhadap bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api dari mineral wool ini mencapai 22.343 ton pada tahun 2018, sedangkan di tahun 2019 menembus hingga 23.765 ton. Pertumbuhan permintaannya setiap tahun meningkat sekitar 10-15%.
“Beberapa waktu lalu, kami meninjau pabrik PT Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek. Kami sangat mengapresiasi perusahaan itu yang selama ini telah memberikan kontribusinya,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam di Jakarta, Rabu (30/9). ( Baca juga:Duh, Kesiapan Digital Bisnis Indonesia di Bawah Singapura dan Thailand )
PT Nichias Rockwool Indonesia berdiri sejak tahun 1995, dan saat ini sudah memiliki tiga pabrik dengan total kapasitas terpasang sebesar 35.000 ton per tahun. “Namun realisasi produksinya hanya 16.362 ton per tahun. Jadi, utilisasinya sekitar 46,75%,” ungkap Khayam.
Sementara itu, kebutuhan di pasar domestik terhadap bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api dari mineral wool ini mencapai 22.343 ton pada tahun 2018, sedangkan di tahun 2019 menembus hingga 23.765 ton. Pertumbuhan permintaannya setiap tahun meningkat sekitar 10-15%.
Lihat Juga :