Duh, Kesiapan Digital Bisnis Indonesia di Bawah Singapura dan Thailand

Rabu, 30 September 2020 - 21:56 WIB
loading...
Duh, Kesiapan Digital...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank DBS Indonesia menyampaikan hasil survei “DBS Digital Treasurer 2020” yang menunjukkan pelaku bisnis di Indonesia menempati peringkat ketujuh dalam hal kesiapan digital se-Asia Pasifik. Peringkat atas ditempati Singapura (45%), Hong Kong (44%), Jepang (41%), Taiwan (39%), Korea Selatan (39%), dan Thailand (32%) secara berturut-turut.

Sedangkan di Amerika Serikat (AS) dan Inggris memiliki proporsi bisnis dengan strategi digital yang jelas jauh lebih besar. Perbandingannya hampir separuh bisnis di AS dan Inggris memiliki strategi yang terstruktur bila dibandingkan dengan dua dari sepuluh bisnis di Asia Pasifik.

Berdasarkan jajak pendapat tersebut yang meneliti sekitar 1.700 corporate treasurers, CEO, CFO, dan pemilik bisnis se-Asia-Pasifik (APAC), hasilnya memperlihatkan secara sisi kesiapan digital. Sekitar 26% perusahaan di Indonesia sudah memiliki strategi yang jelas atau menempati urutan ketiga di antara negara lain di Asia Tenggara setelah Singapura (45%) dan Thailand (32%). ( Baca juga:Ini Manfaat RUU Cipta Kerja, Pesangon Dilindungi Pemerintah )

Group Head of Institutional Banking DBS Bank Tan Su Shan mengatakan, peran teknologi terhadap bisnis belum pernah sekrusial seperti kini. Gejolak akibat pandemi membuat solusi digital menjadi penentu sebagian besar bisnis di dunia. "Saat memulai era kenormalan berikutnya, kita harus memetakan arah baru dan siap untuk terus berubah dan beradaptasi dengan keadaan baru," ujar Shan di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Dia mengingatkan perubahan besar terjadi dalam pola konsumsi, pekerjaan, dan pariwisata akibat Covid-19 . Kemungkinan besar kondisi ini tidak akan kembali seperti sebelum pandemi. "Satu dasawarsa mendatang akan menimbulkan lebih banyak perubahan jika dibandingkan dasawarsa lalu. Bisnis harus siap untuk terus bermetamorfosis tanpa henti agar dapat bertahan dan berkembang," ujarnya.

Tantangan utama saat ini disebutnya gangguan pada rantai pasokan serta Covid-19, mendorong digitalisasi pada hampir semua bisnis di kawasan (99%) yang mengisyaratkan industri menghadapi tekanan dari luar untuk bertransformasi digital.

Faktor utama yang mendorong kebutuhan untuk berubah mulai dari perubahan pola konsumsi pelanggan serta pasar utama, persaingan, dan kompleksitas rantai pasokan yang berkembang. Di saat yang sama mereka juga berhadapan dengan tantangan dalam penerapan teknologi baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Rekomendasi
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved