Dua Tahun Lagi, Seluruh Desa Terkoneksi Jaringan 4G
Kamis, 01 Oktober 2020 - 16:21 WIB
Dirjen SDPPI menerangkan, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo ditugasi untuk membangun infrastruktur di daerah 3T tersebut, sementara Ditjen SDPPI akan memastikan penyediaan spektrum frekuensi yang dibutuhkan. Selanjutnya, infrastruktur tersebut akan diserahkan pengelolaannya kepada operator dengan pola bagi hasil.
"Tahun 2021 akan dimulai dan ditargetkan di akhir 2022 semua desa telah terkoneksi dengan jaringan 4G. Mengenai dananya, saat ini masih dihitung. Tapi perkiraan mencapai puluhan triliun rupiah," papar Ismail.
(Baca Juga: Anambas Bertekad Tingkatkan Layanan Telekomunikasi)
Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Denny Setiawan menambahkan, sebelum seluruhnya terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi, Kemenkominfo melalui BAKTI juga telah menggelar program internet komunal di desa-desa terpencil sejak beberapa tahun lalu.
Untuk akses komunal ini, jelas dia, menggunakan internet satelit, lalu dipilih lokasi tertentu yang bisa diakses seluruh masyarakat desa misalnya kantor kepala desa, sekolah, untuk dipasangi perangkat WiFi. Warga yang membutuhkan koneksi internet kemudian tinggal mendatangi lokasi tersebut. "Sudah lebih dari 1.000 desa yang dijangkau program ini dan akan terus ditambah lagi," jelasnya.
"Tahun 2021 akan dimulai dan ditargetkan di akhir 2022 semua desa telah terkoneksi dengan jaringan 4G. Mengenai dananya, saat ini masih dihitung. Tapi perkiraan mencapai puluhan triliun rupiah," papar Ismail.
(Baca Juga: Anambas Bertekad Tingkatkan Layanan Telekomunikasi)
Direktur Penataan Sumber Daya Ditjen SDPPI Denny Setiawan menambahkan, sebelum seluruhnya terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi, Kemenkominfo melalui BAKTI juga telah menggelar program internet komunal di desa-desa terpencil sejak beberapa tahun lalu.
Untuk akses komunal ini, jelas dia, menggunakan internet satelit, lalu dipilih lokasi tertentu yang bisa diakses seluruh masyarakat desa misalnya kantor kepala desa, sekolah, untuk dipasangi perangkat WiFi. Warga yang membutuhkan koneksi internet kemudian tinggal mendatangi lokasi tersebut. "Sudah lebih dari 1.000 desa yang dijangkau program ini dan akan terus ditambah lagi," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :