Seruhhh! Setelah Airlangga Resmikan Listrik Coca-Cola, Erick Berkirim Surat Soal PLN

Kamis, 01 Oktober 2020 - 21:35 WIB
"Mengenai surat Pak Menteri ke ESDM dan BKPM itu memang benar, surat Pak Menteri itu bukan berarti bahwa PLN itu kondisinya parah,"ujar Arya kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa Erick Thohir menginginkan agar kondisi over supply PLN dapat ditangani dengan baik serta agar tidak terjadi pemborosan. Daripada membangun pembangkit lagi, lebih baik memanfaatkan pasokan listrik yang sudah ada. PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.

"Yang dilihat Pak Menteri adalah karena PLN sudah over supply.Ngapain kalau tidak dimanfaatkan dan juga kalau ada institusi baru, apalah namanya itu. Enggak perlu buat pembangkit baru, karena sudah over supply, bagusnya memanfaatkan yang sudah ada," katanya.

Keinginan Menteri Erick untuk mendorong pelaku usaha menggunakan jasa PLN jelas bukan perkara kecil. Pasalnya, sejumlah perusahaan sudah mulai menggunakan listrik dari pembangkitnya sendiri. Sebut saja misalnya Coca-Cola. ( Baca juga:Kondisi Bursa Saham Belum Stabil, Investor Disarankan Main Jangka Pendek )

Baru kemarin (30/9) Coca-Cola meresmikan pembangkit listriknya yang menggunakan atap panel surya dengan nilai investasi sebesar Rp87 miliar. Peresmian itu dihadiri oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Airlangga tampak seperti memuji langkah Coca-Cola itu. "Jadi capaian investasi Rp87 miliar ini adalah sesuatu yang luar biasa karena Coca-Cola juga menjadi pionir dan ini adalah panel terbesar di ASEAN, nomor dua di Asia Pasifik, dan nomor empat di dunia," ujar Airlangga dalam acara peresmian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!